Pengaruh Waktu Kontak dan Debit Aliran Proses Penyisihan Fe dan Mn pada Air Limbah Elektroplating Menggunakan Cascade Aerator
DOI:
https://doi.org/10.31258/jptl.2.2.105-114Kata Kunci:
Cascade aerator, waktu kontak, debit aliran, besi, manganAbstrak
Air limbah elektroplating memiliki kandungan Fe dan Mn yang tinggi. Salah satu cara pengolahan untuk menyisihkan kadar Fe dan Mn pada air limbah elektroplating adalah metode aerasi menggunakan cascade aerator. Aerasi merupakan proses penambahan oksigen ke dalam air sehingga dapat menimbulkan reaksi oksidasi Fe dan Mn yang akan membentuk endapan Fe(OH)3 dan MnO2. Penelitian ini bertujuan untuk menurunkan kadar Fe dan Mn pada air limbah elektroplating dengan menggunakan variasi waktu kontak 180 menit, 240 menit dan 300 menit dan variasi debit aliran 70 mL/s, 80 mL/s dan 90 mL/s. Kemudian dilakukan perhitungan nilai koefisien transfer gas (KLa) selama proses aerasi. Kadar Fe dan Mn sebelum proses aerasi adalah 9,84 mg/L dan 4,78 mg/ L. Hasil penelitian didapatkan penurunan kadar Fe tertinggi pada waktu 240 menit dengan debit aliran 90 mL/s dengan efisiensi sebesar 70,63% dan penurunan kadar Mn tertinggi terjadi pada waktu kontak 300 menit dengan debit aliran 90 mL/s dengan efisiensi sebesar 62,76%. Nilai koefisien transfer gas (KLa) tertinggi terjadi pada waktu kontak 300 menit dengan debit aliran 90 mL/s sebesar 0,0975 KLa / menit. Hasil penelitian yang diperoleh sudah memenuhi standar baku mutu air limbah menurut Peraturan Menteri Lingkungan Hidup no 5 Tahun 2014 tentang Baku Mutu Air Limbah.
Referensi
Abuzar, S.S., Yogi, D.P., dan Reza, E.E. (2012). Koefisien Transfer Gas (KLa) Pada Proses Aerasi Menggunakan Tray Aerator Bertingkat 5 (Lima). Jurnal Teknik Lingkungan UNAND, 9 (2), 155-163.
Bennefield, L.D dan Randall, C.W. (1980). Biological Process Design for Wastewater Treatment, Prentice-Hall, Inc, Englewwod Cliffs, NJ 07632
Harimu, L., dkk. (2020). Perbandingan Kemampuan Aerasi Sembur (Spray) dengan Metode Adsorpsi Menggunakan Adsorben Serbuk Kulit Buah Kakao untuk Menurunkan Kadar Besi dan Mangan Pada Air Sumur Gali. Indonesian Journal of Chemical Research, 8(2):137-143.
Karuniawan, H.dan Ali, M. (2021). Variasi Tray Aerator Dengan Penambahan Media Kaolin Dan Karbon Aktif Untuk Menurunkan (Fe) dan (Mn) Terlarut Di Air Sumur. EnviroUS, 1(2), 135-142.
Metcalf & Eddy Inc. (2003). Wastewater Engineering Treatment and Reuse (4th ed.). McGraw-Hill Published Companies.
Pribadi, R., Daud, S., dan Elystia, S. (2018) Penurunan Kadar Besi (Fe) pada Air Tanah dengan Menggunakan Cascade Aerator (Studi Air Tanah Universitas Riau). Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Teknik dan Sains, 5, 1-5.
Rosna, S. A. (2022) The Koefisien Transfer Gas (KLa) Cascade Aerator Berzeolit Pada Penyisihan Besi (Fe) Dari Air Gambut Terhadap Waktu Kontak dan Ukuran Partikel Zeolit: Koefisien Transfer Gas (Kla). Journal Of Environmental Management and Technology, 1(2)
S. S. Hosseini, E. Bringas, N. R. Tan, I. Ortiz, M. Ghahramani, and M. A. Alaei Shahmirzadi, (2016) “Recent progress in development of high performance polymeric membranes and materials for metal plating wastewater treatment: A review,” J. Water Process Eng., vol. 9, pp. 78–110,
Salimin, Z. dan Nurifitriyani, I. (2013). Pengolahan Limbah Industri Elektroplating Dengan Proses Koagulasi Flokulasi. Prosiding SEMIRATA 2013, 1(1)
