Analisis Spasial Tingkat Kebisingan Aktivitas Transportasi (Studi Kasus: Persimpangan Jl. Sisingamangaraja – Jl. A. H. Nasution Kota Medan)

Penulis

  • Isra ST M.Si Universitas Sumatera Utara

DOI:

https://doi.org/10.31258/jptl.1.1.1-8

Kata Kunci:

kebisingan, pemetaan, pengendalian, surfer 15, transportasi.

Abstrak

Sumber bising lalu lintas jalan berasal dari kendaraan bermotor baik roda dua, roda empat maupun kendaraan berat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kebisingan di Persimpangan Jl. SM Raja– Jl. A. H. Nasution Kota Medan dan menentukan pengendalian yang sesuai untuk mereduksi tingkat kebisingan. Metode pengukuran yang digunakan mengacu kepada KepMenLH No. 48 tahun 1996. Pengukuran kecepatan kendaraan dan perhitungan volume lalu lintas dilakukan pada hari libur dan hari kerja di 31 titik pengukuran. Hasil sampling dilakukan pemetaan dengan Surfer versi 15 dan menentukan upaya pengendalian kebisingan di Persimpangan Jl.SM Raja– Jl. A. H. Nasution Medan yang ditumpangtindihkan dengan screenshoot peta google maps. Hasil tingkat kebisingan diperoleh berkisar dari 71.3 dBA - 85.2 dBA pada hari lbur dan pada hari kerja diperoleh tingkat kebisingan berikisar 79.3 dBA - 85.3 dBA. Berdasarkan pemetaan dengan Surfer 15 diperoleh tingkat kebisingan tertinggi di titik 1. Alternatif pengendalian bising yang direkomendasikan seperti penanaman tanaman setinggi 1.2 m dengan kerimbunan 16.65 m2, pemasangan tembok batako setinggi 2.8 m, peraturan dalam membunyikan klakson, pengalihan arus lalu lintas kendaraan becak pada hari kerja dan melakukan variasi jarak aman reseptor dengan sumber kebisingan.

Diterbitkan

2022-04-19

Cara Mengutip

ST M.Si, I. (2022). Analisis Spasial Tingkat Kebisingan Aktivitas Transportasi (Studi Kasus: Persimpangan Jl. Sisingamangaraja – Jl. A. H. Nasution Kota Medan). JURNAL PENGELOLAAN DAN TEKNOLOGI LINGKUNGAN, 1(1), 1–8. https://doi.org/10.31258/jptl.1.1.1-8

Terbitan

Bagian

Articles